Detail Info Terkini

Jenis-jenis dan Karakteristik Saham yang Wajib Diketahui

18 Juni 2022 | Kategori : Saham

Investasi saham bukan sekedar aktivitas jual beli di sebuah aplikasi trading. Sebagai investor, Anda wajib tahu apa saja karakteristik saham. Tanpa mengenali karakteristik berdasarkan jenisnya, akan sulit menentukan mana saham yang akan membawa keuntungan. 

 

Usai mengenali jenis dan karakteristiknya Anda bisa berinvestasi dengan lebih leluasa dan mencermati bagaimana kualitas saham tersebut. Paham soal saham di awal juga akan mengurangi risiko kerugian yang kerap kali menjebak para investor pemula. Yuk kenali apa saja jenis dan karakteristiknya. 

 

Mengenal Jenis dan Karakteristik Saham 

 

Saham merupakan tanda atas kepemilikan perusahaan yang dijadikan instrumen investasi. Melalui saham inilah, siapa saja bisa memiliki sebagian perusahaan tanpa harus repot mendirikannya. Anda akan disebut sebagai investor atau pihak yang memberi modal. 

 

Investor yang memiliki bagian tersebut bisa berkesempatan memperoleh keuntungan di masa depan seiring dengan perkembangan perusahaan tersebut. Nilai saham juga bisa meningkat tergantung dengan bagaimana kinerja perusahaan. 

 

Oleh karena itulah, memilih mana saham dari perusahaan yang berpotensi meningkat di masa depan sangatlah penting. Sebelum membeli saham, penting untuk mengetahui kinerja perusahaan dan juga jenis saham serta karakteristikan. 

 

Jenis jenis saham sendiri ada beberapa macam yang dibedakan dari jenis hak tagih, cara peralihan, dan terakhir kinerja perdagangannya. Berikut ini karakteristik saham sesuai dengan jenis-jenisnya. . 

 

1. Saham Biasa 

 

Pada jenis yang pertama ini termasuk saham dari segi klaim atau hak tagih. Disebut juga sebagai common stock yang paling sering dipilih. Karakteristik dari saham ini adalah dividen yang diperoleh investor menyesuaikan perkembangan perusahaan. Bahkan investor berkesempatan memperoleh saham tambahan jika untung besar. 

 

Selain itu, investor juga memiliki hak suara ketika dilangsungkannya Rapat Umum Pemegang Saham. Selain itu aset perusahaan juga menjadi hak investor ketika terjadi kebangkrutan. Karakteristik saham biasa

 

2. Saham Preferen

 

Masih tergolong jenis saham berdasarkan klaim, saham ini mengistimewakan investornya. Dividen yang diperoleh akan jauh lebih besar dan sering disebut dengan gabungan saham dan obligasi. 

 

Ada beberapa karakteristik yang dimiliki yaitu memiliki beberapa tingkat dengan karakteristik yang berbeda pada setiap nominal. Selain itu juga tagihan aktiva dan pendapatan lebih tinggi dibandingkan saham biasa. Pemilik saham yang belum membayar periode sebelumnya bisa digabung di periode yang sedang berjalan. 

 

Karakteristik saham preferen yang terakhir adalah saham bisa ditukarkan menjadi saham biasa, selama terdapat kesepakatan antara pemegang saham serta perusahaan penerbit. 

 

3. Saham Atas Unjuk 

 

Disebut juga sebagai bearer stock dimana nama pemiliknya tidak akan dituliskan. Tujuannya adalah agar saham lebih mudah untuk dipindahtangankan atau akses jual belinya. 

 

Siapa saja yang memiliki saham ini akan memiliki hak hadir pada Rapat Umum Pemegang Saham karena akan diakui sebagai pemilik. 

 

4. Saham Atas Nama 

 

Nama lainnya adalah registered stock adalah kebalikan jenis saham atas unjuk. Semua nama investor akan tertulis dengan jelas. Karakteristik saham atas nama ini adalah prosedur jual belinya yang cukup rumit dan perlu diawasi dengan benar. Hal ini mengingat harus mengubah nama yang tertera pada saham tersebut. 

 

5. Saham Blue Chip 

 

Sama seperti saham biasa, saham ini begitu banyak peminatnya lantaran kapitalisasinya yang di atas 10 triliun. Dividen yang diperoleh bisa jauh lebih stabil disebabkan emiten rajin membagi dividen. Secara umum, saham blue chip merupakan penggerak di indeks industri sejenis atau keseluruhan. 

 

Daftar saham yang dimiliki Bursa Efek Indonesia yang termasuk dalam blue chip disebut dengan LQ45. Saham ini akan selalu diperbarui setiap 6 bulan sekali dan ada 45 daftar yang masuk. 

 

6. Saham Income 

 

Sama seperti saham blue chip yang termasuk dalam saham yang dilihat dari pergerakannya, saham income ini memiliki jumlah dividen lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Tingginya nilai dividen ini disebabkan oleh perusahaan yang berhasil memperoleh laba tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. 

 

Kebanyakan investor selalu mengharapkan untuk memiliki saham jenis ini, karena melihat keuntungannya. Namun lagi-lagi, investor harus lebih jeli dalam mencari mana perusahaan yang berpotensi atau memiliki kinerja yang meningkat di tahun berikutnya. 

 

7. Saham Growth 

 

Disebut dengan saham growth karena jenis ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang cukup tinggi. Dibandingkan dengan perusahaan atau industri yang sejenis. Karakteristik saham growth ini adalah emiten yang mengeluarkan saham merupakan perusahaan well known

 

Akibatnya saham ini memiliki investor yang paling banyak atau lebih sering laku di pasar modal. 

 

8. Saham Lesser Known

 

Kebalikan dari saham growth, biasanya saham ini berasal dari perusahaan yang kurang populer. Hanya saja ada satu atau dua faktor yang menjadi daya tarik, contohnya saja kinerja perusahaan lebih bagus. 

 

Bagi Anda yang sedang menjajaki dunia saham, penting untuk mengenali saham lesser known ini dan tahun mana daya tariknya. Siapa tahu saham ini berpotensi menguntungkan di masa mendatang. 

 

9. Saham Spekulatif 

 

Jenis saham ini dapat dipastikan punya potensi yang sangat baik. Meskipun ketika dilihat perolehan pendapatannya, laba tidak stabil. Anda yang termasuk jenis investor yang agresif dan berani mengambil risiko pasti akan memilihnya. Sahamnya sendiri sangat mudah dicari di pasar modal. 

 

10. Saham Counter Cyclical 

 

Cukup banyak juga investor yang menyukai saham ini karena performanya yang bagus. Meskipun kondisi perekonomian sedang resesi namun perusahaan tetap bisa beroperasi dengan baik dan laba pun akan lebih stabil. Dividen para pemegang saham pun akan cukup tinggi. 

 

Setelah mengenali jenis dan karakteristik saham ini, Anda tentunya sudah bisa menemukan mana saham yang tepat. Sesuaikan juga dengan profil risiko untuk mengoptimalkan keuntungan.


Bagikan  
  42
0  Komentar

Beri Komentar & Nilai Artikel ini.

Email anda tidak akan ditampilkan

   Hubungi Kami