Detail Info Terkini

Harta Karun Migas RI Belum Digarap, Tersimpan di 70 Cekungan!

21 September 2022 | Kategori : Ekonomi

Cadangan minyak dan gas bumi (migas) Indonesia ternyata masih berlimpah. Pemerintah sendiri mencatat bahwa Indonesia masih memiliki sebanyak 70 cekungan potensial migas yang saat ini belum dijelajahi.
Hal itu dikatakan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam pembuakaan Indonesian Petroleum Association (IPA) Conventional & Exhibition tahun 2022 di JCC, Rabu (21/9/2022).

"Potensi investasi hulu migas Indonesia masih sangat besar. Kami memiliki 70 cekungan potensial yang belum dijelajahi yang akan ditawarkan untuk investor," terang Menteri Arifin

Saat ini Indonesia akan mempercepat eksplorasi di lima wilayah kerja migas di Indonesia Timur. Yakni di Buton, Timor, Seram, Aru-Arafura dan West Papua Onshore.

Tak hanya itu, Indonesia saat ini juga memiliki empat proyek migas raksasa yang menjanjikan. Diantaranya adalah Blok Gas laut dalam atau Indoensian Deep Water Development (IDD) Gendalo dan Gehem. lalu, Lapangan Jambaran Tiun Biru, Lapangan gas Abadi Blok Masela serta Tangguh Train 3 di Papua.

"Ini diharapkan dapat meningkatkan produksi migas yang sebesar 65.000 barel oil per day/bopd dan 3.484 mmscfd dengan total investasi lebih dari Rp 37 miliar," ungkap dia

Asal tahu saja, Indonesia memiliki target 1 juta barel minyak per hari dan 12 bscfd pada tahun 2030. Untuk mendorong pencapaian itu, pemerintah akan menggenjot transformasi sumber daya produksi migas, percepatan Chemical Enhanced Oil Recovery dan eksplorasi besar-besaran untuk penemuan besar serta minyak inkonvensional. dan pengembangan gas.

"Untuk lebih meningkatkan produksi migas, kami akan mengumumkan Putaran Penawaran Minyak Indonesia putaran kedua tahun 2022 yang terdiri dari 5 kandidat penawaran langsung, 1 kandidat penawaran langsung tersedia blok Paus, 1 kandidat tender reguler dan 1 penawaran langsung Kampar Barat," ungkap dia.

Kemudian, untuk mendorong lebih banyak investasi hulu di Indonesia, Pemerintah telah melakukan beberapa terobosan kebijakan, melalui kontrak fleksibilitas (Cost Recovery PSC atau Gross Split PSC), peningkatan syarat & ketentuan pada putaran penawaran, insentif fiskal/non-fiskal, izin online pengajuan dan penyesuaian regulasi untuk yang tidak konvensional.

"Selanjutnya, untuk menarik investasi, kami akan merevisi Undang-Undang Migas Nomor 22 Tahun 2001. Dengan memberikan seperti perbaikan fiskal, asumsi, kemudahan berusaha, dan kepastian kontrak," tandas Menteri Arifin.


Bagikan  
  69
0  Komentar

Beri Komentar & Nilai Artikel ini.

Email anda tidak akan ditampilkan

   Hubungi Kami