Detail Info Terkini

Pengertian Investasi Saham, Keuntungan Beserta Risikonya

14 Mei 2022 | Kategori : Keuangan

Ingin mempelajari lebih dalam mengenai pengertian investasi saham? Lantas, keuntungan dan risiko apa saja yang mungkin terjadi? Secara umum, istilah investasi mengacu pada sebuah aktivitas yang dilakukan guna pengembangan aset. 

 

Untuk tujuannya sendiri beragam, seperti halnya menjalankan kehidupan yang bahagia dengan finansial yang stabil. Tapi terkadang, tujuan ini berbanding terbalik bila dilihat oleh sebagian masyarakat awam. 

 

Banyak yang beranggapan bahwa gambaran investasi adalah aktivitas yang menyeramkan. Bukan tanpa alasan, tetapi hal ini berdasarkan potensi risiko yang mungkin terjadi ketika berinvestasi pada instrumen tertentu. 

 

Padahal tidak semua investasi memiliki kerugian yang begitu menakutkan. Pasalnya, risiko dan kerugian yang mungkin terjadi dapat diminimalisir dengan cara memahami secara detail mengenai produk investasi yang dibutuhkan. 

 

Investor juga harus mempelajari bagaimana cara berinvestasi yang menguntungkan agar terhindar dari risiko. Anggaplah bahwa melakukan investasi merupakan cara yang dapat dilakukan untuk meraih impian hidup yang sejahtera, lebih baik dan stabil secara finansial di masa depan. 

 

Investasi saham Indonesia menjadi salah satu instrumen investasi atau tanam modal yang cukup populer dan banyak peminatnya. Berbagai keuntungan finansial akan didapatkan sesuai tujuan dari berinvestasi. 

 

Pengertian Investasi Saham

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian saham adalah surat bukti tanda kepemilikan modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain berdasarkan atas besar kecilnya modal yang investor setorkan.

 

Sementara pengertian saham berdasarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni tanda penyertaan modal seseorang maupun pihak atau badan usaha atas suatu perusahaan maupun Perseroan Terbatas.

 

Sedangkan pengertian investasi saham adalah penanaman modal yang berbentuk penyertaan atas sejumlah dana. Baik itu oleh seseorang maupun suatu badan usaha menggunakan instrumen saham. 

 

Yang mana investor memiliki klaim atas aset dan juga penghasilan perusahaan, serta memiliki hak untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Adapun keuntungannya bagi pemegang investasi saham, biasanya diberikan dalam bentuk laba atas modal awal yang telah disetorkan. 

 

Keuntungan juga berdasarkan peningkatan ekonomi dari instrumen tersebut. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa kinerja perusahaan akan berpengaruh terhadap untung ruginya investor. 

 

Artinya, jika Anda memutuskan untuk berinvestasi dan membeli instrumen saham dari suatu perusahaan, maka akan secara otomatis Anda mendapatkan hak aset dari kepemilikan perusahaan tersebut. Tapi penting untuk diingat, Anda harus bersiap ketika nantinya aktivitas perdagangan saham yang mengalami fluktuasi naik turun. 

 

Hal ini sangat wajar terjadi, sebagai akibat dari adanya permintaan dan penawaran atas instrumen saham tersebut, belum lagi dengan beberapa faktor lain. Berbicara mengenai investasi saham, ada beberapa jenis dari instrumen tersebut yang perlu Anda tahu. 

  • Saham biasa : Investor tetap mendapatkan sebagian pendapatan (dividen). Akan tetapi jika sedang rugi, maka mau tidak mau Anda juga harus terima risiko di mana perusahaan merugi. Keuntungan lain untuk jenis saham ini, yaitu Anda memiliki andil untuk mengelola perusahaan yang bersangkutan.
  • Saham preferen : Pada jenis saham ini, maka hak investor lebih banyak dibandingkan dengan pemilik saham biasa. Misalkan saja saat pembagian keuntungan dari berinvestasi saham, maka Anda sebagai investor akan dinomorsatukan.

 

Keuntungan Investasi Saham

 

Investasi saham merupakan salah satu kegiatan penanaman modal yang bisa dikatakan memberi return cukup tinggi. Namun bukan itu saja, terdapat beberapa keuntungan lain bagi investor dengan berinvestasi pada instrumen saham. 

 

1. Capital Gain

Keuntungan berinvestasi saham yang pertama, yakni capital gain. Yang dimaksud Capital Gain sendiri adalah selisih antara harga jual dan harga beli dari aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder.

 

2. Dividen

Investasi saham juga memiliki keuntungan lain yang berupa dividen, yakni pembagian keuntungan yang dilakukan oleh perusahaan. Yang mana keuntungan ini tentunya juga dihasilkan oleh perusahaan itu sendiri. 

 

Pemberian dividen ini haruslah mendapatkan persetujuan resmi dari pemegang saham berdasarkan RUPS. Dividen yang perusahaan berikan biasanya dalam bentuk tunai berupa rupiah. Tapi ada pula yang memberikan dividen berupa saham, di mana nantinya akan ditambahkan pada saham yang investor miliki.

 

3. Berinvestasi Secara Fleksibel

Perlu Anda tahu, bahwa melakukan investasi pada instrumen saham sangatlah fleksibel. Hal ini karena aktivitasnya dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Mengingat pembelian dan juga penjualan juga lebih banyak dan hampir semuanya dilakukan secara online. 

 

Bahkan Anda pun dapat menggunakan jasa broker hingga perencana keuangan. Sehingga tentu saja tidak akan mengganggu aktivitas Anda. Ditambah lagi, Bursa Efek Indonesia juga bisa Anda jadikan sumber informasi akurat untuk berinvestasi di sini. 

 

Risiko Investasi Saham

 

Saat belajar tentang investasi saham, tentu Anda sudah tahu bahwa setiap keuntungan pasti akan selalu diikuti oleh risiko. Lantas, apa saja risiko dari berinvestasi saham? Berikut penjelasannya!

 

1. Tidak Mendapatkan Dividen

Seperti kita tahu, bahwa umumnya perusahaan akan membagikan dividen di saat kinerjanya menunjukkan hal yang baik. Akan tetapi jika perusahaan tengah mengalami penurunan kinerja atau merugi, maka dividen tidak akan dapat dibagikan. 

 

2. Capital Loss

Kerugian investasi saham selanjutnya, adalah Capital Loss sebagai kebalikan dari Capital Gain. Yang mana kondisi ini dapat terjadi jika Anda menjual saham dengan harga yang lebih rendah dari harga belinya.

 

3. Risiko Likuidasi

Apabila Emiten bangkrut atau dilikuidasi, maka para para pemegang saham mempunyai hak klaim terakhir atas aktiva perusahaan setelah seluruh kewajiban tersebut dibayarkan. Sebagai kemungkinan terburuk, apabila nanti tidak ada aktiva yang tersisa, maka pemegang saham tidak akan memperoleh apapun.

 

4. Saham Dihapus dari BEI

Ada beberapa alasan yang bisa menjadikan saham dihapuskan pencatatannya dari Bursa (delisting). Alhasil, saham tersebut tidak lagi bisa diperdagangkan atau menjadi tidak likuid.

 

Itulah tadi pengertian investasi saham, beserta untung dan risiko ketika menjalankannya. Pelajari dan pahami informasi ini dengan baik sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi pada instrumen saham!


Bagikan  
  8
0  Komentar

Beri Komentar & Nilai Artikel ini.

Email anda tidak akan ditampilkan

  Hubungi Kami